Sistem Multimedia Pada Bidang
Sistem Manufaktur
1.1
Sistem
Multimedia Pada Bidang Sistem Manufaktur
Manufaktur, dalam arti yang paling
luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi :
perancangan produk, pemilihan material dan tahap‐tahap proses dimana produk tersebut
dibuat. Definisi manufaktur secara umum adalah suatu aktifitas yang kompleks
yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas perancangan produk,
pembelian, pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan, perancangan
proses, production control, pengiriman material, support service, dan customer
service.
Sistem Informasi Manufaktur adalah
suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem
informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam
pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang
pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini
digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang
terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang
atau jasa. Ruang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi Sistem
perencanaan manufaktur, Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana
kebutuhan bahan baku dan Sistem pengendalian manufaktur.
JENIS-JENIS
MODEL
Ada
empat jenis dasar dari model, antara lain :
- Model Fisik : Adalah penggambaran tiga dimensi dari kesatuannya. Dalam beberapa hal, model ini berukuran lebih kecil dari pada objek yang diwakilinya. Sebagai contoh adalah mainan anak-anak, seperti boneka dan pesawat terbang mainan, dan prototype rancangan yang digunakan oleh perancang mobil. Beberapa model mempunyai ukuran yang sama seperti entity-nya, dan beberapa diantaranya ada yang lebih besar. Ilmuwan mungkin akan menggunakan model fisik telinga manusia yang lebih besar ketika ia mempelajari masalah penyakit tuli, misalnya. Model fisik dapat memenuhi tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh sesuatu yang nyata; bayi tidak dapat dipakai sebagai cetakan untuk pembuatan boneka, pembuat mobil sangan sulit menggunakan mobil asli untuk pencetakan mobil menurut idenya. Dari keempat model yang ada, model fisik mungkin merupakan model yang mempunyai kegunaan paling sedikit bagi manajer bisnis. Biasanya, manajer tidak perlu melihat sesuatu dalam bentuk tiga dimensi untuk memahami dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.
- Model Naratif : Adalah sebuah jenis model yang digunakan manajer tiap hari, yang dianggap sebagai model. Model Naratif menjelaskan entity (kesatuan)-nya dengan kata lisan atau tertulis. Pendengar atau pembaca dapat memahami entity dari narasi tersebut. Semua komunikasi lisan dan tertulis adalah model naratif, sehingga menjadikannya jenis yang paling populer. Dalam bisnis, informasi tertulis dari komputer dan informasi lisan dari sistem komunikasi informal merupakan contoh dari model naratif ini.Model Grafis : Jenis model lain yang tetap dalam penggunaannya adalah model grafis. Model grafis mewakili entity-nya dengan abstraksi garis, symbol dan bentuk. Ia seringkali disertai dengan penjelasan naratif. Model grafis digunakan dalam bisnis untuk menyampaikan informasi. Banyak laporan tahunan mengenai pemegang saham perusahaan terdiri dari grafik berwarna untuk menyampaikan kondisi keuangan perusahaan. Grafik juga digunakan untuk menyampaikan informasi kepada manajer.Keberadaan software grafik khusus untuk mikrokomputer sekarang ini lebih difokuskan perhatiannya pada penggunaan grafik dalam pemecahan masalah. Model grafis juga digunakan dalam perancangan sistem informasi. Banyak dari peralatan yang digunakan oleh analis sistem dan programmer adalah bersifat grafis. Yang paling terkenal dari model ini adalah flowchart (kartu pencatat masuk keluarnya barang). Simbol flowchart mewakili proses yang akan dilakukan dan juga mewakili file input dan output. Analis sistem dan programmer menggunakan flowchart untuk membantu memahami sistem.
- Model Matematis : Model Matematis digunakan dalam pembuatan model bisnis, segala rumus matematika atau persamaan adalah model matematis. Banyak model matematis yang digunakan oleh manajer bisnis bersifat lebih kompleks dari pada yang digunakan dalam pelajaran matematika di perguruan tinggi. Sebagai contoh, rumus yang digunakan untuk menghitung break-even point (titik impas) adalah hanya :
BEP
= TFC
P-C
Disini
TFC adalah total biaya tetap (fixed cost), P adalah harga penjualan per unit,
dan C adalah biaya variabel unit (variable cost). Model titik impas hanya
menggunakan satu pertanyaan. Beberapa model matematis menggunakan sejumlah
persamaan, seringkali sampai ratusan bahkan ribuan. Model perencanaan pendanaan
yang dikembangkan oleh Sun Oil Company, selama tahun awal penggunaan MIS,
menggunakan sekitar 2.000 persamaan. Dengan menggunakan model yang begitu banyak
mengakibatkan mereka menjadi bingung dan sulit menggunakannya. Sekarang ini
cenderung digunakan model yang lebih kecil yang hanya dimaksudkan untuk
membantu manajer dalam memecahkan masalah khusus.
Karena
bahasa matematika bersifat universal, model matematis tidak mengenal wilayah
geografi. Siapa saja yang memahami bahasa dan mengetahui arti simbolnya akan
dapat mengerti model tersebut. Inilah salah satu kelebihan model matematis.
Kelebihan lainnya adalah ketepatan hubungan diantara bagian dari suatu objek dapat
di deskripsikan. Matematika dapat melakukan pengekspresian hubungan dengan
lebih banyak dari pada yang dapat dilakukan oleh dua dimensi model grafis atau
tiga model fisik. Bagi ahli matematika dan manajer bisnis, yang mengetahui
kekompleksan sistem bisnis, kemampuan multidimensional dari model matematis ini
merupakan aset yang besar.
1.2
SISTEM PEMROSESAN MANUFAKTUR
Sistem
Informasi Manufaktur (SIM) termasuk dalam kerangka kerja Sistem Informasi
Manajemen (SIM) secara keseluruhan. SIM lebih menekankan kepada
informasi-informasi yang terkait dengan proses produksi yang terjadi dalam
sebuah produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi,
dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.
1. Input Data/Informasi
Input data berupa data internal
dan data eksternal, data internal merupakan data intern system keseluruhan yang
mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini
meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya Data
Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan
(environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang
berguna. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan
pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
22. Sub sistem input
Sub sistem input terdiri dari:
a. Sistem
informasi akutansi
Sistem
informasi akuntansi mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi
manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan
pemasoknya. Tugas pengumpulkan data yang menjelaskan operasi produksi paling
dilaksanakan dengan menggunakan terminal pengumpulan data. Pegawai produksi
memasukan data kedalam terminal dengan mengunakan kombinasi media yang dapat
dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut peling sering berbentuk dokumen
dengan bar codes yang dapat dibaca secara optis. Media lain meliputi dokumen
dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan
garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data
tersebut dditrnsmisikan kekomputer pusat untuk memperbaharui data base.
b. Sub sistem input
Sistem informasi
akutansi
Sistem informasi akuntansi mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasoknya. Tugas pengumpulkan data yang menjelaskan operasi produksi paling dilaksanakan dengan menggunakan terminal pengumpulan data. Pegawai produksi memasukan data kedalam terminal dengan mengunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut peling sering berbentuk dokumen dengan bar codes yang dapat dibaca secara optis. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut dditrnsmisikan kekomputer pusat untuk memperbaharui data base.
c. Sub sistem Industrial Engineering
Industrial
Engineering(IE) merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari
operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan. Bagian penting IE
melibatkan pengaturan standart produksi suatu unsur penting dalam menerapkan
managemant by exception diarea manufaktur.
1. Informasi pekerja
Manajer manufaktur
sangat memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja
perusahaan. Jika para pekerja memilih unutk berserikat suatu kontrak
menjelaskan harapan dan kewajiban baik perusahaan maupun serikat.
2. Sistem formal
Manajemen manufaktur
memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang
dikirimkan kedepatrtemen sumber daya manusia. Sumber daya makemudian mengumpulkan informasi dari berbagai elemen lingkungan dan menghubungakan pelamar
3. Sistem informal
Arus informasi antar
pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu
berupa kontak harian antara pekerja dan penyelia mereka.
4. Sub
sistem intelijen manufaktur
Subsistem
intelijen manufaktur membuat manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan
terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin.
5. Sub sistem produksi
Adalah segala hal yang
bersangkutan dengan proses yang terjadi disetiap divisi kerja.
6. Sub sistem persediaan
Sub sistem persediaan
memberikan jumlah stok, biaya holding, safety stock , dan lain‐lain berdasarkan
hasil pengolahan data dari input.
7. Sub sistem kualitas
Adalah semua hal yang
berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun
pemilihan supplier
8. Sub sistem biaya
Tujuan perusahaan
manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan
produknya.
Sub sistem biaya dibagi
menjadi dua yaitu :
1 1. Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan / biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai
presentase biaya tahunan dari barang, mencakup kerusakan, pencurian, keusangan,
pajak dan asuransi.
2.Biaya Pembelian
Mencakup biaya‐biaya yang terjadi saat material dipesan, waktu pembelian,
biaya telp,biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya.
1.3 PENGENDALIAN
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Pengendalian
sistem informasi manufaktur terbagi atas dua yaitu :
Pengendalian Proses
Pengendalian
proses adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan proses fisik yang
berlangsung. Pengendalian proses dengan komputer biasa digunakan untuk
mengendalikan proses fisik dalam penyulingan minyak, pabrik semen, pabrik
kimia, dan lain sebagainya. Program pengendalian proses menggunakan model
matematika untuk menganalisa data yang dibangkitkan oleh proses yang sedang
berjalan dan membandingkannya dengan standar yang sudah ada atau peramalan
permintaan.
Sub
proses yang pengolahan data maupun pengendalian prosesnya masing-masing telah
dilakukan secara komputasi, digabungkan/diintegradikan dalam suatu jaringan
kerja (network) yang dipusatkan kesebuah computer pengendali (server) yang
disebut Manager Station. Dengan demikian terjadi proses pertukaran informasi
antar masing-masing sub proses dalam sebuah inisialisasi kondisi tertentu.
Manager Station secara otomatis akan mengolah seluruh data input, serta
menghasilkan output berupa perintah perubahan, perbaikan maupun yang lainnya
berkaitan dengan operasional proses.
Pengendalian Mesin
Pengendali
mesin adalah penggunaan komputer untuk mengendalikan gerakan mesin, dikenal
juga sebagai Numerical Control. Pengendali peralatan mesin dalam pabrik
merupakan sebuah bentuk aplikasi dari Numerical Control. Program komputer
numerikal kontrol untuk peralatan mesin mengubah data geometrik dari gambar
teknik dan instruksi mesin dari rencana proses kedalam kode numerik sebagai
perintah untuk mengendalikan kerja mesin. Pengendali mesin dapat melibatkan
penggunaan mikrokomputer dengan kemampuan khusus yang disebut dengan
Programable logic controllers (PLCs). Alat ini mengoperasikan satu atau lebih
mesin sesuai dengan petunjuk dari program Numerical Control.
ICT di Industri Manufaktur
ICT
(Information Communication Technology) tidak bisa lepas primary activities dan
support activities dilihat dari Porter Generic Value Chain.
Dengan
sistem informasi yang terintegrasi sebagai bagian dari ICT, memungkinkan
industri manufaktur melakukan efisiensi di seluruh kegiatan utama dari inbound
logistic, operation, outbound logistic, marketing and sales, dan support.
Demikian juga di sisi kegiatan-kegiatan pendukung.
Layanan
telekomuniksi mendukung sistem produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang
terkait dari perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau
jasa melalui sistem informasi.
Dalam
industri manufaktur sistem informasi antara lain mencakup perencanaan
manufaktur, rencana produksi, rencana tenaga kerja, rencana kebutuhan baku dan
sistem pengendalian manufaktur. ERP atau enterprise resource planning merupakan
salh satu sistem informasi yang banyak digunakan di industri ini.
Keuntungan
yang dapat diperoleh dari penggunaan CIM antara lain :
11. Meningkatkan
efisiensi melalui penyederhanaa kerja dan automasi, perencanaan jadwal produksi
yang lebih baik, dan keseimbangan dari beban kerja produksi untuk kapasitas
produksi yang lebih baik.
22. Meningkatkan
pemanfaatan fasilitas produksi, produktivitas yang lebih tinggi, pengendalian
kualitas yang lebih baik sebagai hasil dari proses pengawasan yang dilakukan
secara terus-menerus dan berkesinambungan, feedback, pengendalian kegiatan
pabrik serta penggunaan peralatan dan mesin produksi.
33. Mengurangi
investasi pada fasilitas dan inventori produksi melalui penyederhaan kerja,
kebijakan inventori Just In Time (JIT), perencanaan dan pengendalian produksi
serta produk akhir.
44. Meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan dengan memproduksi produk yang berkualitas sesuai
dengan keinginan pelanggan.
Daftar
Pustaka:
11. http://modulmakalah.blogspot.co.id/2016/11/sistem-informasi-manufaktur-dalam.html
22. http://waisalqorni.blogspot.co.id/2011/12/sistem-informasi-manufaktur.html
33. http://dearkresnurl.blogspot.co.id/
44. http://kheke-muh.blogspot.co.id/
55. http://www.ugm.ac.id/id/post/page?id=5534
66. http://julianti.blog.binusian.org/2012/12/13/pemanfaatan-ict-pada-bidang-industri/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar