Kamis, 26 November 2015


TUGAS AMDAL TENTANG TPA (BANTAR GEBANG)






Nama : Fiky Praptono

                                                                 Kelas : 2IC12
                                                                 Npm  : 24414228




JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA KALIMALANG

2015






LATAR BELAKANG


Lingkungan adalah hal yang sedang marak diperbincangkan dan diperhatikan oleh berbagai pihak khususnya pemerintah. Masyarakat mulai sadar bahwa kelestarian lingkungan penting untuk keberlangsungan kehidupan dimasa depan. Besarnya kebutuhan manusia di bumi sekarang mendorong manusia untuk mengambil kekayaan alam secara terus manerus. Kekayaan alam yang selalu diambil bersifat tidak dapat diperbaharui dan lama kelamaan akan habis. Karena itu muncul peraturan-peraturan yang mengatur tentang lingkungan serta kekayaan alam agar tidak dieksploitasi dan rusak.

Salah satu peraturan yang merujuk pada lingkungan yang ada di Indonesia adalah AMDAL. AMDAL ini mengkaji tentang kegiatan-kegiatan dan dampak nya terhadap lingkungan. Sehingga kerusakan lingkungan dapat sedikit terkurangi.



PENGERTIAN AMDAL

AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Dalam Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan disebutkan bahwa AMDAL merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

AMDAL sendiri merupakan suatu kajian mengenai dampak positif dan negatif dari suatu rencana kegiatan/proyek, yang dipakai pemerintah dalam memutuskan apakah suatu kegiatan/proyek layak atau tidak layak lingkungan. Kajian dampak positif dan negatif tersebut biasanya disusun dengan mempertimbangkan aspek fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya dan kesehatan masyarakat.

Suatu rencana kegiatan dapat dinyatakan tidak layak lingkungan, jika berdasarkan hasil kajian AMDAL, dampak negatif yang timbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar daripada manfaat dari dampak positif yang akan ditimbulkan, maka rencana kegiatan tersebut dinyatakan tidak layak lingkungan. Suatu rencana kegiatan yang diputuskan tidak layak lingkungan tidak dapat dilanjutkan pembangunannya.

TUJUAN AMDAL

Secara umum AMDAL mempunyai tujuan yaitu untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin.





CONTOH KASUS AMDAL DI KAWASAN BANTAR GEBANG


Kasus di kawasan Bantar Gebang Bekasi menyebutkan, akibat dijadikan kawasan tersebut sebagai TPA, warga di sekitar menderita yang tiada berujung. Dampak, seperti Penyakit ISPA, Gastritis, Mialgia, Anemia, Infeksi kulit, Kulit alergi, Asma, Rheumatik, Hipertensi, dan lain-lain merupakan hasil penelitian selama kawasaan tersebut dijadikan TPA. Hasil perhitungan berdasarkan jumlah penduduk,jumlah limbah domestik dari rumah tangga adalah sebesar 2.915.263.800 ton/tahun atau 5900 – 6000 ton/hari; lumpur dari septic tank sebesar 60.363,41 ton/tahun dan yang bersumber dari industri pengolahan sebesar 8.206.824,03 ton/tahun.

Penanganan kebersihan di wilayah DKI Jakarta dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta, dengan jumlah sarana dan prasarana yang terdiri dari tonk sebanyak 737 buah (efektif : 701 buah); alat-alat besar : 128 buah (efektif : 121 buah); kendaraan penunjang : 107 buah (efektif : 94 buah), sarana pengumpul/pengangkutan sampah dari rumah tangga : gerobak sampah : 5829 buah; gerobak celeng : 1930 buah, galvanis : 201 buah.

Sampah yang diangkut dari Lokasi Penampungan Sementara (LPS) akan diolah di Tempat Pemusnahan Akhir (TPA). TPA yang sekarang adalah TPA Bantar Gebang, Bekasi dengan luas yang direncanakan 108 Ha. Status tanah adalah milik Pemda DKI Jakarta dan sistim pemusnahan yang dilaksanakan adalah “sanitary landfill”. Luas tanah yang sudah dipergunakan sebesar 85 persen, sisanya ± 15 persen diperkirakan dapat menampung sampah sampai tahun 2004, sehingga Pemda DKI Jakarta saat ini sudah mencari alternatif-alternatif lain sistim penanganan sampah melalui kerjasama dengan pihak swasta.



Akibat operasional yang tidak sempurna, maka timbul pencemaran terhadap badan air di sekitar LPA dan air tanah akibat limbah serta timbulnya kebakaran karena terbakarnya gas methan. Untuk mengatasi hal ini Dinas Kebersihan telah melakukan kegiatan-kegiatan antara lain :

1. Menambah fasilitas Unit Pengolahan Limbah dan meningkatkan efisiensi pengolahan sehingga kualitas limbah memenuhi persyaratan untuk dibuang.

2. Meningkatkan/memperbaiki penanganan sampah sesuai dengan prosedur “sanitary landfill”.

3. Membantu masyarakat sekitar LPA dengan menyediakan air bersih, Puskesmas dan ambulance.

4. Mengatur para pemulung agar tidak mengganggu operasional LPA.

Besarnya beban sampah tidak terlepas dari minimnya pengelolaan sampah dari sumber penghasil dan di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah. Baru sekitar 75 m3 yang didaur ulang atau dibuat kompos. Sementara itu, sisanya sekitar 60% dibuang begitu saja tanpa pengolahan ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Dan, 30% dibiarkan di TPS. Tak heran bila sampah akan menumpuk di TPA. Akibatnya, daya tampung TPA akan menjadi cepat terpenuhi.

Pendapat Saya : Menurut pendapat saya pengelolaan sampah harus memiliki lahan yang luas agar pengelolahan sampah dapat dikembangkan lagi, serta pemerintah harus memperhatikan dan mengawasi setiap perusahaan yang mau melaksanakan kegiatan proyek atau usahanya harus melakukan studi Amdal, agar kegiatan tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Serta UU dan PP yang berlaku dapat diterapkan agar pelanggaran terhadap AMDAL tidak terulang kembali serta diberikan sanksi yang berat.



KESIMPULAN

Dalam tulisan ini dari uraian yang disampaikan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dengan adanya tempat pembuangan sampah di suatu daerah, biasanya akan mempengaruhi kesehatan dan lingkungan bagi warga sekitarnya, disamping itu juga mempengaruhi atau merusak ekologi disekitarnya yang diantaranya adalah terjadinya pencemaran air, udara, tanah. Dan akibat dari pencemaran tersebut warga sekitar mudah terserang penyakit.


2. Sistem pengelolaan sampah yang digunakan ini sudah ketinggalan zaman yang salah satunya menggunakan landfill system dimana dalam sistem tersebut membutuhkan lahan yang luas untuk sampah. Disamping itu pemerintah harus dapat membuat kebijakan baik internal maupun eksternal. Faktor Internal dimana minimnya kesadaran warga untuk bertanggung jawab terhadap permasalahan sampah di lingkungan rumah tangganya sendiri, rendahnya SDM. Sedangkan yang mempengaruhi faktor eksternal adalah minimnya lahan pembuangan sampah serta tidak ketatnya pemerintah baik pusat maupun daerah membuat aturan masalah sampah.

Jumat, 02 Oktober 2015


TEKNIK LINGKUNGAN & AMDAL


                 " Membuang Sampah Sembarangan Di Jalan"



Kebersihan adalah sebagian dari iman , itu yang selalu di ajarkan agar kita selalu diajarkan agar kita selalu menjaga kebersihan diri kita sendiri maupun bagi lingkungan sekitar.

Berbicara tentang lingkungan, sebagaian besar orang banyak yang secara tidak sadar merusak lingkungan ,dan contohya dengan membuang sampah seenaknya jidatnya sendiri seperti gambar dibawah ini :Seorang pengendara motor yang membuang sampah sembarangan dijalan umum.


  • pengendara motor membuang sampah sembarangan di pinggir jalan



Gambar yang menunjukan bahwa ketidaksadaranya masyarkat sekitar membuang sampah sembarangan dijalan,Pengendara tersebut membuang sampah sembarangan dan seenaknya dirinya sendiri ,sampah yang berceceran dipinggir jalan jadi terabaikan begitu saja ,itu disebabkan karena tidak adanya kesadarannya masyarakat akan pentingnya kebersihkan lingkungan ,sehingga yang mereka lakukan adalah membuang sampah seenaknya sendiri, sedangkan mereka tidak tau dampak dari membuang sampah sembarangan.

  • Seorang pengendara mobil membuang sampah sembarangan.




Digambar  ini menunjukan bawha hingga saat ini masih banyak orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan. Miris melihat orang dengan seenaknya membuang sampah keluar dari jendela mobilnya , apa susahnya jika mereka menyediakan tempat sampah di dalam mobil? ,Mungkin yang ada di benaknya, “Ah, nanti juga akan ada penyapu jalan yang akan membersihkannya”.

  • Di pinggiran jalan yang dipenuhi oleh sampah





Gambar Ini salah satu budaya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dipinggir jalan , Jengkel rasanya melihat begitu banyaknya sampah berserakan di pinggir jalan ,Kebiasaan buang sampah sembarangan padahal sudah jelas ada plang pemberitahuan “dilarang membuang sampah disini “ ,tapi tetap saja masyrakat tidak peduli dengan ada plang pemberitahuan tersebut.

  • Di pinggir monas banyak sekali sampah yang berserakan



Gambar tesebut sebagian orang banyak yang secara tidak sadar merusak lingkungan, Buang sampah sembarangan adalah hal paling sering diremehkan oleh mayoritas rakyat Indonesia ,Mereka kurang sadar akan bahaya polusi dan bencana yang di akibat kan buang sampah sembarangan ,Padahal tinggal mencari tong sampah terdekat,akan tetapi mereka malas dan memilih mebuang di sembarang tempat. ton-tonan sampah di angkut hampir setiap harinya, sampah yang terdapat ditempat umum akan membuat tempat itu menjadi kotor dan banyak penyakit yang berbahaya.




KESIMPULAN :

Lingkungan yang bersih, indah dan sehat dapat terciptanya melalui masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya.
sampah juga dapat dimanfaatkan dengan membuatnya menjadi pupuk atau di daur ulang kembali untuk dijadikan barang lain yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.








Selasa, 05 Mei 2015

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR RIEVEW FILEM "JUDUL SI DUL ANAK BETAWI"

SI DUL ANAK BETAWI


 Abdul Hamid biasa dipanggil si Dul adalah seorang anak yang baik dia sangat menghormati orang tuanya dan dia senang bermain dengan baik laki-laki ataupun perempuan. Pada suatu hari si Dul sedang bermain dengan Asnah, mereka bermain masak masakan.Sapii teman Dul yang lain ikut bermain tetapi dia sedang kesal karena ada yang menggangunya tadi, Sapi adalah anak pemarah,dan ringan tangan. Sehingga permainan tadi  terganggu karena Sapii melampiaskan marahnya di situ.
Asnah pun menangis karena semua mainannya rusak dan akhirnya melempar Sapii dengan cabai dan lari ke pohon sauh,mata Sapii terasa pedas dia ingin membalas tetapi dia takut karena asnah membawa pisau.Si Dul yang sedang menggambil barang dirumahnya itu pun dengar Asnah menangis dam ia mendekatinya dan bertanya mengapa ia mengangis, Asnah tidak menjawab tetapi ia melihat Sapii berada di dekat tempatnya bermain tadi dan semua barang berantakan.Akhirnya si Dul mendekati Sapii dan bertanya mengapa Asnah menangis, tetapi Sapii malah menantang Si Dul berkelahi.
 Si Dul pun berpikir badan Sapii yang lebih besar tidak masalah tetapi dia bersama denga Saari.Akhirnya berkelahilah mereka Sapii tertinju beberapa kali kemudia meminta bantuan Saari, Saari akan menangkap Si Dul dari belakang tapi terkena tendangan si Dul anak anak kampung mengerumuni sambil menyemangati si Dul dan Sapii.
Ibu si Dul yang mendengar kegaduhan di luar rumah akhirnya keluar dan menghentikan perkelahian,anak anak berlari meninggalkan tempat itu Sapii menatap si Dul dengan penuh napsu ingin berkelahi sambil berkata "Awas lu! Kalo ketemu nanti gue hajar".
Si Dul pulang kerumah bersama ibunya. Sesampai dirumah si Dul diamandikan ibunya.Setelah mandi dia tidak boleh keluar rumah. Si Dul bermain sendirian dirumah, meski pintu pagar terbuka dia tidak berani keluar takut durhaka kepada orang tua.
Dia duduk dan berpikir kalau ketemu Sapii lagi, dia akan memukul perutnya dan membanting kepalanya sampai makan tanah.Akhirnya dia bermain di halaman rumah tetapi tidak melewati pagar.Si Dul bermain dengan Asnah dan teman perempuannya yang lain tidak terasa waktu sudah sore Si Dul harus mengaji.
Si Dul mengaji dirumah engkonnya,Uak Salim biasa ia dipanggil,ia adalah mantan jawara dikampung sehingga orang takut kepadanaya.Matanya tinggal satu yang kiri tetapi tiada yang tau kenapa mata yang kanan itu karena setiap ditannya ia pasti marah.Tetapi setelah matanya tinggal satu ia jadi orang baik mengajar mengaji anak anak.Meski begitu kadang kadang sedikit keluar juga sifat bengis semasa mudanya itu.Ia mendapat uang dari sedekah anak anak mengaji, sedekahnya itu dibelinya kambing sehingga sehabis mengaji anak anak mendapat giliran piket membersihkan ruangan dan memberi makan kambing.

Sekarang giliran si Dul memberi makan.Tetapi si Dul kesal dengan kambing kambing itu karena pernah ia dibawa lari keliling kampung ditarik kambing.Ia bergiliran mencari makan bersama Amje karena jauh dari hutan mereka pun berencana untuk mengambil daun di pekarangan orang si Dul yang memanjat.Saat si Dul mendapat beberapa ranting si Amje teriak maling dan ranting itu jatuh kemudian dibawa kabur Amje.
 Pemilik rumah mengejar si Dul sambil membawa kayu si Dul merasa takut tetapi ia berasil lolos dan saat sampai kandang sudah diliatnya ranting yang ia dapat tadi.
Enkongnya bertanya kepada si Dul "Mane daun lu Dul" si Dul Menjawab "tu udah sama milik Amje",Engkonya memarahinya karena dikirannya si Dul berbohong.Si Dul bertemu Amje di perjalanannya pulang, si Dul marah kepada Amje karena telah membohonginya.
Mereka berkelai dengan hebat dan si Amje terluka dan pulang kerumah sedangkan si Dul terkena gigitan Amje di lengannya.Ibu si Dul mengetahui dan memarahi si Dul sedangkan bapaknya malah menyuruhnya makan dan berganti baju,akhirnya bapak si Dul bercerita saat dia masih kecil dia sama seperti si Dul malah lebih parah lagi,dia jawara di kampungnya.
Lebaran hampir tiba si Dul berkata ingin sekolah tetapi bapaknya bilang si Dul anak kampung yang seharusnya mengaji saja.keesokan harinya Ibu si Dul mendapatkan berita jika istrinya kecelakaan dan meninggal dunia.

Setelah 7 hari berlalu kesengsaraan lebih terasa semua barang telah habis terjual dan akhirnya ibu si Dul memikirkan suatu pekerjaan berjualan nasi ulam si Dul yang berjualan karena Enkongya melarang wanita keluar rumah untuk bekerja.
Lama waktu telah berlalu kehidupan si Dul mulai membaik, Ibunya pun sudah mempunyai suami baru.Si Dul juga punya saudara tiri bernama marjuki.Tetapi sesungguhnya engkonya tidak menyetujuinya, apalagi agama dari lelaki itu tidak jelas.
bapak tiri si Dul berniat menyekolahkan si Dul tetapi tidak boleh sama engkongnya.Anak betawi tidak perlu sekolah yang penting shalat dan mengaji.Sekolah tidak dibawa mati tidak ada gunanya.Tetapi sifat engkonya memang seperi itu jika ada kemauan harus dituruti.Pak lurah mengetahui hal itu kemudian menyuruh Dul bersekolah dan dia akan bilang kepada engkonya.Keinginan si Dul tercapai,meski tidak mendapat ijin penuh dari Uak Salim.



Unsur Instrinsik

Tema  :  Kehidupan seorang anak pedesaan, di mana anak-anak  
         perkampungan tersebut tidak diharuskan  untuk sekolah
               Mereka  diwajibkan  belajar ngaji dari pagi sampai malamk

Tokoh : -     Si Dul
 -     Mpok Amne
 -     Uak Salim
 -     Bapak si Dul
              -     Asnah
-          Amje
-          Sapii
 -     Bang tong
-          Pak lurah

Penokohan  :
1.      Si Dul : seorang bocah yang periang, senang bermain, tetapi selalu membantu dan sayang kepada orang tuanya
Pembuktian: “memang si Dul sangat takut kepada ibu bapaknya, jangan kan melawan, membantah pun ia tidak mau.”hal 21 paragraf 2

2.      Mpok Amne ; Ibunya Dul , sangat mencintai keluarganya, Penurut
Pembuktian:”gimane yang baik pikiran abang, aye nurut”. Hal 80 paragraf 2

3.      Uak Salim : Ayahnya Mpok Am, dia suka memaksakan kehendak orang lain
Pembuktian:”Memang dari dahulu mereka marah kepadanya karena ibu si Dul tak suka menurut kemauannya”.hal 53 Paragraf 3

4.      Marzuki : Ayah tiri si Dul ,baik hati dan pengertian
Pembuktian: “Bagaimana pikiran engkau Am,kalo si Dul kita masukin ke sekolah sama-sama dengan marjuki”.Hal 79 paragraf 3

5.      Bapak si Dul : Pengertian dan Perhatian
Pembuktian:”sebenarnya memang senang hatinya melihat anaknya selalu berkelahi itu”. hal 46 paragraf 2

6.   Asnah : periang, baik hati ,suka menolong
Pembuktian: “Kasihan, dong dul!”. Hal 25 paragraf 4

7.   Amje : penentang, badung dan tidak setia kawan
Pembuktian: “kenapa lo bodoh, mau aja di perdayain orang”. Hal44 parafraf 3
8.   Sapii : cepat marah dan ringan tangan
Pembuktian: “gue gasak kepalanye, nungging makan tanah”. Hal 18 paragraf 2

9.   Bang tong : pemarah dan suka menuduh
      Pembuktian: “ini lagi! Tukang maling, tukang nyolong! Anak haram jadah! Awas lu”. Hal 43 paragraf 1

10.       Pak lurah : adil dan bijaksana
Pembuktian:”Nanti aye dating pada bapak lu kasi tau, supaya die jangan bikin begitu lagi”.Hal 82 paragraf 4


Gaya bahasa: menggunakan konflik batin


NO
Tempat
Waktu
Suasana
1
Di bawah pohon sauh
pagi
Ribut, marah
2
Di rumah
pagi
gaduh, ceria
3
Di rumah bang salim
sore
khusyuk
4
Di rumah
malam
Sedih,haru
5
Di rumah bang salim
petang
Mencekam
6
Di sekolah
pagi
Riang


Sudut pandang : Orang ketiga

Amanat :  1. Saling tolong menolong.
                  2. Pantang menyerah dan tabah dalam menjalani cobaan.
                  3. Berjuanglah dalam menggapai cita-cita.
                  4. Patuhilah perintah orang tua.
                  5.menuntut ilmu dan bersembahyang itu sama-sama penting

Unsur Ekstrinsik
Sosial            :  Kehidupan sehari-hari seorang anak di sebuah kampung 
                          yang memiliki adat betawi yang kental

Kebudayaan :  kebudayaan masyarakat betawi yang masih sangat kental

Agama          :  Ranjin mengaji,sholat dan mematuhi perkataan orang tua

Ekonomi       :  Saling tolong menolong terhadap orang yang kesusahan


Rabu, 25 Maret 2015

Tugas Ilmu Budaya Dasar (IBD)
Tugas : mata kuliah ilmu budaya dasar.
Nama : fiky praptono
Npm   : 24414228
Kelas  : 1IC10

A. Pengertian budaya dasar
  
    Budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

B.  Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

      Ruang  lingkup budaya dasar adalah Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :

1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya

2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan

C.   Budaya budaya yang ada di indonesia dan ciri ciri khas budayanya.

•    JAWA TENGAH 

     Jawa tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah.
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota solo yang dikenal dengan kasunanan solo.

•    JAWA BARAT

     Provinsi Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bandung sebagai ibu kota provinsi, merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.
Sebagian penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda. Selain itu, ada campuran Sunda dengan Jawa di pantai utara Cirebon serta sebagian kecil pesisir Indramayu. Mata pencaharian penduduk Jawa Barat yang utama adalah bertani. Bertaninya pun bermacam-macam. Ada yang bertani padi, sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan. Selain itu, di daerah Jawa Barat juga banyak terdapat perkebunan teh, cengkih, tebu, dan kina.
Kebudayaan masyarakat Jawa Barat terpengaruh dari 4 sumber, yaitu Hindu/Budha, Islam, Jawa, dan kebudayaan barat. Ini dapat dilihat dari upacara yang disertai membakar kemenyan (pengaruh Hindu), doa-doa menurut agama Islam, pakaian pernikahan tanpa baju dan berbentuk wayang orang (pengaruh Jawa Tengah), dan pemberian kado serta hidangan prasmanan model Belanda.

Jumat, 09 Januari 2015


HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAM adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia,tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain.

Hak Asasi Manusia sendiri merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer),dan negara.


Ciri Pokok Hakikat HAM
Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok HAM yaitu:

·         HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.

·         HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.

Perkembangan Pemikiran HAM
Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :
·         Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik.

·         Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya.

·         Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan.

·         Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat.




Ruang lingkup HAM

Ruang lingkup HAM meliputi :

1.       Hak milik pribadi
2.       Hak pribadi
3.       Hak yang berhubungan dengan masalah perekonomian dan sosial
4.       Hak sipil dan politik untuk ikut serta dalam masalah pemerintahan

Dan macam-macam hak asasi manusia yang pasti dimiliki oleh setiap manusia adalah
sebagai berikut :

1.       Hak untuk hidup
2.       Hak untuk mendapat pekerjaan
3.       Hak kemerdekaan dan keamanan
4.       Hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum
5.       Hak untuk masuk atau keluar wilayah suatu negara
6.       Hak untuk memiliki suatu benda
7.       Hak untuk mengeluarkan pendapat
8.       Hak bebas dalam memeluk agama
9.       Hak untuk berdagang
10.     Hak untuk mendapat pendidikan
11.     Hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat
       Dan masih banyak lagi.


Permasalahan dan Penegakan HAM di Indonesia
Sejalan dengan amanat Konstitusi, Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahwa hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hak pembangunan merupakan satu kesatuanyang tidak dapat di pisahkan, baik dalam penerapan, pemantauan, maupun dalam pelaksanaannya. 

Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM

1.      Dosen yang malas masuk kelas atau malas memberikan penjelasan pada suatu mata kuliah kepada mahasiswa merupakan pelanggaran HAM ringan kepada setiap mahasiswa.

2.      Para pedagang yang berjualan di trotoar merupakan pelanggaran HAM terhadap para pejalan kaki, sehingga menyebabkan para pejalan kaki berjalan di pinggir jalan sehingga sangat rentan terjadi kecelakaan.

3.      Para pedagang tradisioanal yang berdagang di pinggir jalan merupakan pelanggaran HAM ringan terhadap pengguna jalan sehingga para pengguna jalan tidak bisa menikmati arus kendaraan yang tertib dan lancar.
4.      Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.



Kesimpulan
HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain.Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.Sebagai makhluk sosila kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri, disamping itu  juga kita harus bisa menghormati dn menjaga HAM  orang lain  hjangan sampai kita melakukan pelanggaran  HAM ,dan jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan di injak injak oleh orang lain,jasi dalam menjaga HAM  kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan orang lain.