1)
Fungsi
Department Maintance Dan Repair
a.
Maintenance
Maintenance
merupakan suatu fungsi dalam suatu industri manufaktur yang sama pentingnya
dengan fungsi-fungsi lain seperti produksi. Hal ini karena apabila kita
mempunyai mesin/peralatan, maka biasanya kita selalu berusaha untuk tetap dapat
mempergunakan mesin/peralatan sehingga kegiatan produksi dapat berjalan lancar.
Dalam usaha untuk dapat menggunakan terus mesin/peralatan agar kontinuitas
produksi dapat terjamin, maka dibutuhkan kegiatan kegiatan pemeliharaan dan
perawatan yang meliputi :
1.
Kegiatan
pengecekan.
2.
Meminyaki
(lubrication).
3.
Penyesuain/penggantian
spare part atau komponen.
b.
Repair
kegiatan
mengganti atau memperbaiki sebagian dari peralatan yang rusak agar dapat
beroperasi kembali sesuai fungsi dan kemampuannya seperti keadaan sebelum
rusak, Waktu yang pas untuk repair adalah saat kita sudah merasakan ada yang
aneh pada komponen yang sudah kita pakai entah itu sudah tidak enak di pakai,
atau terasa aneh jika di pakai oleh kita, dan waktu yang pas untuk me repair
adalah saat kita sudah mengalami Troubleshooting pada komponen yang kita pakai,
Sedangkan untuk perawatan rutin adalah minimal 1 bulan sekali dan tidak boleh
me repair secara sering malah itu yang menyebabkan kerusakan pada komponen
Ada istilah
maintenance corrective pada suatu proses maintenance and repair yaitu proses mengganti beberapa komponen yang rusak. Lalu,
apa perbedaan maintenance corrective dengan perbaikan? Pada corrective
maintenance, ada alat yang diganti. Namun alat yang diganti tersebut sebenarnya
masih bisa berfungsi hanya saja performanya sudah mulai menurun. Bedanya dengan
repair (perbaikan), alat yang diganti pada proses repair adalah alat yang sudah
tidak dapat berfungsi bahkan menghambat kinerja suatu alat.
Maintenance dan
repair merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara bagian pemeliharaan dan
bagian produksi. karena bagian pemeliharaan dianggap yang memboroskan biaya,
sedang bagian produksi merasa yang merusakkan tetapi juga yang membuat
uang itu pun sangat dibutuhkan kegiatan
pemeliharaan meliputi kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin yang digunakan
dalam proses produksi. kegiatan maintenance komputer ditujukan untuk menjaga
kesinambungan operasional dari unit komputer yang digunakan. kegiatan
maintenance komputer dilaksanakan secara berkala, atau waktunya ditentukan
sesuai kebijakan masing masing pihak yang menanganinya.
Tahap Maintenance Dan Repair :
a. Diagnosa :
Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kesalahan
b. Pengukurang/pengujian/troubleshooting
c. Menentukan kerusakan
Tujuan Dari Maintenance Dan
Repair :
Tujuan utamanya
adalah untuk memperpanjang lifetime suatu alat dan menjaganya agar tetap
reliable. Oleh karena itu, reliabilitas suatu alat menjadi penting.
Reliabilitas adalah kemampuan alat melakukan fungsinya tanpa kegagalan dengan
batas waktu yang telah ditentukan. Maintenance yang baik adalah maintenance
yang singkat sehingga downtime tidak terlalu lama dan fungsionalitas alat tetap
terjaga. Downtime adalah waktu dimana alat tidak dapat dipergunakan karena
perbaikan.
Ada 5 faktor yang menentukan lama
downtime:
1. Man power :
Keahlian teknisi
2. Material :
ketersediaan komponen/bahan
3. Machine :
ketersediaan alat pendukung/tools
4. Money :
Ketersediaan budget untuk melakukan perbaikan
5. Market : Pasar
yang menjadi sumber material dan machine
Pada intinya
maintenance dilakukan untuk menghindari kegagalan alat. Kegagalan Alat yang
dimaksud disini adalah akhir kemampuan
suatu alat untuk melaksanakan fungsi yang dipersyaratkan. Kegagalan dapat didefinisikan
lebih lanjut bergantung pada:
a.
Tingkat
kegagalan: apakah alat menyimpang dari spesifikasi atau rusak sama sekali
b.
Penyebab
kegagalan: Salah pemakaian (diluar SOAR – Save Operating ARea) ataukah ada kelemahan alat yang memang melekat sejak
alat tersebut dibuat
c.
Rating
atau waktu kegagalan: apakah kegagalan terjadi berangsur-angsur ataukah
secara tiba-tiba?
Berdasarkan
pertanyaan-pertanyaan diatas, tingkat kegagalan suatu alat juga perlu untuk
diketahui. Apakah alat tersebut rusak sepenuhnya atau hanya sebagian? Berikut
adalah kombinasi kegagalan:
a.
Kegagalan
Catasrtopik: yaitu kegagalan yang terjadi secara mendadak dan total (artinya
alat tidak dapat digunakan sama sekali).
b.
Kegagalan
Degradasi : yaitu kegagalan yang terjadi secara berangsur-angsur dan sebagian
(artinya kerusakan alat terjadi perlahan namun semakin pasti menuju kearah
kerusakan total).
Fungsi Pemeliharaan (maintenance)
:
Fungsi pemeliharaan
adalah agar dapat memperpanjang umur ekonomis dari mesin dan peralatan produksi
yang ada serta mengusahakan agar mesin dan peralatan produksi tersebut selalu
dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi.
Keuntungan-
keuntungan yang akan diperoleh dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap
mesin, adalah sebagai berikut :
a.
Mesin
dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat
dipergunakan dalam jangka waktu panjang,
b.
Pelaksanaan
proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan berjalan dengan lancar,
c.
Dapat
menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan
kerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses
produksi berjalan,
d.
Peralatan
produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian
kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula,
e.
Dapat
dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yang
digunakan,
f.
Apabila
mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku
dapat berjalan normal.
g.
Memperpanjang
umur pakai dari peralatan produksi, terutama bagi peralatan yang sulit untuk
mendapatkan komponen pengganti.
h.
Untuk
membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang di luar batas dan menjaga
modal yang di investasikan tersebut,
i.
Untuk
mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan
kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien,
j.
Menghindari
kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja.
2)
Istilah-Istilah
Maintance
a.
Breakdown
Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan)
Breakdown Maintenance
adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin atau
peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal
atau terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown
Maintenance ini harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya
Mesin produksi yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun Output
Produksi.
b.
Availability
Availability Adalah keadaan siap suatu mesin/peralatan baik dalam jumlah
aupun kualitas sesuai dengan kebutuhan yang digunakan untuk melaksanakan proses
operasi. Kesiapan (availability) tersebut dapat digunakan untuk menilai
keberhasilan atau efektifitas dari kegiatan perawatan yang telah dilakukan.
c.
OverHaul
Overhaul Adalah
merupakan suatu pemeriksaan yang sangat teliti, jadi dapat kita lagi tentang
pengertian atau definisi engine over haul yaitu kegiatan pembongkaran komponen
komponen kendaraan, kemudian diperiksa dengan sangat teliti agar didapat
data-data yang valid, sehingga langkah perbaikan selanjutnya dapat tepat atau
sesuai.
d.
Perhitungan
Effisiensi Mesin
Perhitungan Overall
Equipment Effectiveness (OEE) yaitu :
1) Availability, yang terdiri dari
Breakdowns dan Setup/Adjustments
2) Performance, yang terdiri dari Small Stops dan Slow
Running
3) Quality, yang terdiri dari Startup
Defects dan Production Defect.
3) Jenis – Jenis Maintance
a.
Corrective
maintenance
maintenance
jenis ini memiliki kegiatan identifikasi penyebab kerusakan, penggantian
component yang rusak, mengatur kembali control, dsb. Corrective maintenance
adalah aktivitas perbaikan peralatan yang beroperasi secara tidak normal
b.
Preventive
maintenance
maintenance
jenis ini memiliki tujuan mencegah terjadinya kerusakan peralatan selama
operasi berlangsung. Maintenance peralatan dilakukan secara terjadwal sesuai
dengan estimasi umur peralatan. Kegiatan preventif maintenance dibuat
berdasarkan tasklist maintenance sesuai dengan tingkat kritikal peralatan
tersebut.
c.
Predictive
maintenance
maintenance
jenis ini memiliki kemiripan dengan preventive maintenance namun tidak dijadwal
secara teratur. Predictive maintenance mengantisipasi kegagalan suatu peralatan sebelum terjadi kerusakan total.
Predictive maintenance menganalisa suatu kondisi peralatan dari trend perilaku
peralatan. Trend ini dapat digunakan untuk memprediksi sampai kapan peralatan
mampu beroperasi secara normal.
d.
Planned
Maintenance
Planned maintenance (pemeliharaan
terencana) adalah yang terorganisir dan dilakukan dengan pemikiran ke masa
depan,pengendalian dan pencacatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan
sebelumnya.Oleh karena itu program maintenance yang akan dilakukan harus
dinamis dan memerlukan pengawasan dan pemeliharaan secar aktif bagian
maintenance melalui informasi dari cacatan riwayat mesin/peralatan.
e.
Running
Maintenane
Pemeliharaan ini dilakukan ketika
fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja Pemeliharan berjalan diterapkan
pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses
produks
f.
Emergency
Maintenance
Pemeliharan ini adalah pekerjaan
pemeliharaan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan
yang tidak terduga.
g.
Unplanned
Maintenance
Perawatan tidak terencana ini
membahas mengenai perawatan darurat dimana perawatan ini merupakan salah satu
cara perawatan yang tidak direncanakan sebelumnya sehingga biasanya hal ini
dilakukan saat mesin atau peralatan tersebut mengalami kegagalan atau kerusakan
yang tidak terduga dan harus segera diperbaiki untuk mencegah akibat yang lebih
serius lagi. Salah satu contoh perawatan tidak terencana adalah emergency
maintenance. Emergency maintenance adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera
dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.
4) Total Productive Maintenance
a.
Pengertian
Total Productive Maintenance (TPM)
Total Productive Maintenance atau
disingkat dengan TPM adalah suatu sistem yang digunakan untuk memelihara dan
meningkatkan kualitas produksi melalui perawatan perlengkapan dan peralatan
kerja seperti Mesin, Equipment dan alat-alat kerja. Fokus utama Total
Productive Maintanance atau TPM ini adalah untuk memastikan semua perlengkapan
dan peralatan Produksi beroperasi dalam kondisi terbaik sehingga menghindari
terjadinya kerusakan ataupun keterlambatan dalam proses produksi.
·
(Delapan)Pilar
TPM (Eight Pillar of TPM) diantaranya adalah :
(Perawatan
Otonomus)
Dengan Pilar Autonomous
Maintenance, Mesin atau peralatan produksi dapat dipastikan bersih dan
terlubrikasi dengan baik serta dapat mengidentifikasikan potensi kerusakan
sebelum terjadinya kerusakan yang lebih parah.
1.
Planned
Maintenance
(Perawatan Terencana)
Pilar Planned Maintenance
menjadwalkan tugas perawatan berdasarkan tingkat rasio kerusakan yang pernah
terjadi dan/atau tingkat kerusakan yang diprediksikan. Dengan Planned
Maintenance, kita dapat mengurangi kerusakan yang terjadi secara mendadak serta
dapat lebih baik mengendalikan tingkat kerusakan komponen.
2.
Quality
Maintenance
(Perawatan
Kualitas)
Pilar Quality Maintenance
membahas tentang masalah kualitas dengan memastikan peralatan atau mesin
produksi dapat mendeteksi dan mencegah kesalahan selama produksi berlangsung.
Dengan kemampuan mendeteksi kesalahan ini, proses produksi menjadi cukup handal
dalam menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi pada pertama kalinya.
Dengan demikian, tingkat kegagalan produk akan terkendali dan biaya produksi
pun menjadi semakin rendah.
3.
Focused
Improvement / Kobetsu Kaizen
(Perbaikan yang
terfokus)
Membentuk kelompok kerja untuk
secara proaktif mengidentifikasikan mesin/peralatan kerja melakukan Focused Improvement juga bisa
mendapatkan karyawan-karyawan yang bertalenta dalam mendukung kinerja
perusahaan untuk mencapai targetnya.
4.
Early
Equipment Management
(Manajemen Awal
pada Peralatan kerja)
Early Equipment Management
merupakan pilar TPM yang menggunakan kumpulan pengalaman dari kegiatan
perbaikan dan perawatan sebelumnya untuk memastikan mesin baru dapat mencapai
kinerja yang optimal. Tujuan dari pilar ini adalah agar mesin atau peralatan
produksi baru dapat mencapai kinerja yang optimal pada waktu yang
sesingkat-singkatnya.
5.
Training
dan Education
(Pelatihan dan
Pendidikan)
Pilar Training dan Education ini
diperlukan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan saat menerapkan TPM (Total
Productive Maintenance). Kurangnya
pengetahuan terhadap alat atau mesin yang dipakainya dapat menimbulkan
kerusakan pada peralatan tersebut dan menyebabkan rendahnya produktivitas kerja
yang akhirnya merugikan perusahaan.
Dengan pelatihan yang cukup,
kemampuan operator dapat ditingkatkan sehingga dapat melakukan kegiatan
perawatan dasar sedangkan Teknisi dapat dilatih dalam hal meningkatkan
kemampuannya untuk melakukan perawatan pencegahan dan kemampuan dalam
menganalisis kerusakan mesin atau peralatan kerja.
Pelatihan pada level Manajerial
juga dapat meningkatkan kemampuan Manajer dalam membimbing dan mendidik tenaga
kerjanya (mentoring dan Coaching skills) dalam penerapan TPM.
6.
Safety,
Health and Environment
(Keselamatan,
Kesehatan dan Lingkungan)
Para Pekerja harus dapat bekerja
dan mampu menjalankan fungsinya dalam lingkungan yang aman dan sehat. Dalam
Pilar ini, Perusahaan diwajibkan untuk menyediakan Lingkungan yang aman dan
sehat serta bebas dari kondisi berbahaya. Tujuan Pilar ini adalah mencapai target
Tempat kerja yang “Accident Free” (Tempat Kerja yang bebas dari segala
kecelakaan).
7.
TPM
in Administration
(TPM dalam
Administrasi)
Pilar selanjutnya dalam TPM
adalah menyebarkan konsep TPM ke dalam fungsi Administrasi. Tujuan pilar TPM in
Administrasi ini adalah agar semua pihak dalam organisasi (perusahaan) memiliki
konsep dan persepsi yang sama termasuk staff administrasi (pembelian,
perencanaan dan keuangan).
b. Tujuan
Penerapan Total Productive Maintenance (TPM)
Tujuan
daripada TPM (Total Productive Maintenance) adalah untuk meningkatkan
produktivitas pada perlengkapan dan peralatan produksi dengan Investasi
perawatan yang seperlunya sehingga mencegah terjadi 6 kerugian besar (Six Big
Losses) yaitu :
1. Breakdown
Kerugian akibat Rusaknya Mesin (Peralatan dan Perlengkapan Kerja)
Kerugian akibat Rusaknya Mesin (Peralatan dan Perlengkapan Kerja)
2. Setup
and Adjustments
Kerugian yang diakibatkan perlunya Persiapan ulang peralatan dan perlengkapan kerja
Kerugian yang diakibatkan perlunya Persiapan ulang peralatan dan perlengkapan kerja
3. Small
Stops
Kerugian akibat terjadinya gangguan yang menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi secara optimal
Kerugian akibat terjadinya gangguan yang menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi secara optimal
4. Slow
Running
Kerugian yang terjadi karena mesin berjalan lambat tidak sesuai dengan kecepatan yang diinginkan
Kerugian yang terjadi karena mesin berjalan lambat tidak sesuai dengan kecepatan yang diinginkan
5. Startup
Defect
Kerugian yang diakibatkan terjadi cacat produk saat Startup (saat awal mesin beroperasi)
Kerugian yang diakibatkan terjadi cacat produk saat Startup (saat awal mesin beroperasi)
6. Production
Defect
Kerugian yang terjadi karena banyaknya produk yang cacat dalam proses produksi.
Selain keenam kerugian yang disebutkan diatas, keuntungan lain penerapan Total Productive Maintenance (TPM) adalah dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya.
Kerugian yang terjadi karena banyaknya produk yang cacat dalam proses produksi.
Selain keenam kerugian yang disebutkan diatas, keuntungan lain penerapan Total Productive Maintenance (TPM) adalah dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawannya.
c. Keuntungan
Total Productive Maintenance (TPM)
TPM sebagai bagian dari metode Lean Manufacturing
terbukti efektif dalam meningkatkan dan memelihara kinerja mesin, meningkatkan
usia pakai mesin, dan menghemat biaya perbaikan dan perawatan. Keefektifan ini
tercermin dari 4 manfaat yang bisa di dapat dari penerapan TPM, yaitu :
1. Budaya
bisnis yang berkelanjutan dalam meningkatkan efisiensi
2. Adanya
penerapan dari sebuah pendekatan yang
terstandar dan sistematik, dimana semua kerugian dapat dicegah
3. Adanya
peningkatan pola perilaku dan juga mindset
yang prediktif dari divisi yang terlibatTerwujudnya aktivitas bisnis
yang transparan menuju zero losses.
5) Apa
keuntungan mempunyai department MR sendiri dibandingkan menyewa kontraktor?
Keuntungan suatu perusahaan mempunyai departement maintenance
dan repair adalah yang paling signifikan adalah menghemat biaya perusahaan
untuk menyewa kontraktor itu sendiri, jadi anggaran bisa di alihkan untuk
kesejahteraan karyawan atau di berikan untuk penyediaan barang-barang keperluan
maintenance dan repair itu sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar